
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan langkah awal yang penting dalam menyambut peserta didik baru.
SLB Negeri Banjarnegara menyelenggarakan rangkaian MPLS Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 dengan berbagai kegiatan edukatif, menyenangkan, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Selama lima hari, peserta didik diajak mengenal lingkungan sekolah, guru, teman, budaya sekolah, hingga membangun rasa percaya diri untuk memulai perjalanan belajar di sekolah.
Melalui kegiatan yang dirancang sesuai kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus, MPLS di SLB Negeri Banjarnegara menjadi momentum untuk menciptakan pengalaman belajar yang aman, nyaman, dan penuh kebersamaan.
Hari Pertama: Upacara Pembukaan dan Pengenalan Lingkungan Sekolah
Rangkaian MPLS diawali dengan upacara bendera sebagai simbol dimulainya kegiatan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027.
Setelah upacara, dilaksanakan pembukaan resmi MPLS yang diikuti seluruh peserta didik baru, guru, tenaga kependidikan, serta warga sekolah.
Kegiatan dilanjutkan dengan perkenalan seluruh guru dan tenaga kependidikan, sehingga peserta didik dapat mengenal sosok-sosok yang akan mendampingi mereka selama belajar di sekolah.
Selanjutnya, peserta didik mengikuti sosialisasi profil sekolah dan kurikulum di aula.
Pada sesi ini, siswa dikenalkan dengan visi dan misi sekolah, fasilitas yang tersedia, program pembelajaran, serta berbagai kegiatan yang akan mereka ikuti selama menjadi bagian dari keluarga besar SLB Negeri Banjarnegara.
Hari Kedua: Pembiasaan SAIH, Permainan Edukatif, dan MPLS Ramah
Hari kedua diawali dengan kegiatan Pembiasaan SAIH melalui doa bersama dan Senam Anak Indonesia Hebat di halaman sekolah.
Kegiatan ini bertujuan membangun kebiasaan hidup sehat, disiplin, serta meningkatkan semangat belajar sejak pagi.
Suasana semakin meriah ketika peserta didik mengikuti berbagai game edukatif yang dirancang untuk melatih kerja sama, komunikasi, serta keberanian dalam berinteraksi dengan teman baru.
Setelah waktu istirahat, kegiatan berpindah ke aula dengan materi pengenalan emosi diri dan perasaan. Peserta didik diajak mengenali berbagai emosi, memahami cara mengekspresikan perasaan secara positif, serta belajar menghargai perasaan orang lain.
Sebagai penutup kegiatan hari kedua, sekolah memberikan sosialisasi MPLS Ramah, yang menanamkan nilai-nilai saling menghormati, menghargai keberagaman, menciptakan lingkungan belajar yang aman, bebas dari perundungan, serta menjunjung tinggi semangat inklusivitas.
Hari Ketiga: Parenting Bersama Orang Tua untuk Membangun Sinergi Pendidikan
Hari ketiga menjadi momen istimewa karena melibatkan seluruh orang tua atau wali peserta didik dalam kegiatan Parenting yang dilaksanakan di Lapangan Bocce SLB Negeri Banjarnegara.
Kegiatan ini menghadirkan Ibu Mundriati, A.Md.TW sebagai narasumber yang menyampaikan materi mengenai pentingnya sinergi antara keluarga dan sekolah dalam mendampingi tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus.
Melalui kegiatan parenting, orang tua memperoleh wawasan mengenai pola pendampingan yang tepat, komunikasi yang efektif dengan anak, serta pentingnya kerja sama antara rumah dan sekolah untuk mendukung perkembangan akademik maupun kemandirian peserta didik.
Hari Keempat: Pembagian Kelas dan Perkenalan dengan Wali Kelas
Memasuki hari keempat, peserta didik mulai memasuki lingkungan belajar masing-masing melalui kegiatan pembagian kelas.
Setiap siswa berkenalan dengan wali kelas, teman-teman sekelas, serta mengenal ruang belajar yang akan menjadi tempat mereka menjalani proses pendidikan selama satu tahun ke depan.
Suasana berlangsung hangat dan penuh keakraban. Kegiatan ini bertujuan membangun rasa nyaman, meningkatkan kepercayaan diri peserta didik, serta memudahkan proses adaptasi di lingkungan kelas.
Hari Kelima: Pembiasaan SAIH, CKG, dan Penutupan MPLS
Hari terakhir diawali kembali dengan Pembiasaan SAIH sebagai bagian dari pembentukan karakter positif peserta didik.
Selanjutnya dilaksanakan kegiatan CKG (Cek Kesehatan Gratis) yang meliputi pemeriksaan kebersihan diri, seperti potong kuku, serta pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala sebagai bagian dari upaya mendukung kesehatan peserta didik.
Rangkaian MPLS kemudian ditutup melalui upacara penutupan yang menjadi penanda berakhirnya masa pengenalan lingkungan sekolah.
Sebagai simbol harapan dan kepedulian terhadap lingkungan, seluruh peserta didik bersama guru melaksanakan pelepasan benih ikan ke kolam sekolah.
Kegiatan ini mengajarkan nilai tanggung jawab, kepedulian terhadap makhluk hidup, serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sekolah.
MPLS Ramah yang Membangun Karakter dan Kemandirian
Rangkaian MPLS di SLB Negeri Banjarnegara tidak hanya berfokus pada pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga membangun karakter, kesehatan, kemandirian, serta kemampuan bersosialisasi peserta didik.
Setiap kegiatan dirancang agar peserta didik merasa diterima, dihargai, dan siap mengikuti proses pembelajaran dengan penuh semangat.
Melalui kolaborasi antara sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan orang tua, MPLS Ramah SLB Negeri Banjarnegara Tahun Ajaran 2026/2027 diharapkan menjadi awal yang baik bagi peserta didik untuk tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, berkarakter, dan mampu mengembangkan potensi terbaiknya.

